

Anomali Suhu Udara Rata-Rata Bulan Oktober 2025
- Provinsi Aceh mengalami anomali suhu udara rata-rata antara 0 ℃ hingga 0.7℃ pada bulan Oktober 2025.
- Anomali suhu tertinggi tercatat di Stamet Cut Nyak Dhien (Nagan Raya) sebesar 0.7℃.
- Stamet Sultan Iskandar Muda (Blang Bintang) dan Stamet Malikussaleh (Lhokseumawe) mengalami anomali suhu sebesar 0.5℃.
- Stamet Maiumun Saleh (Sabang) mencatat anomali sebesar 0.4 ℃.
- Staklim Aceh (Indrapuri) mengalami anomali suhu yang netral dibandingkan wilayah lainnya.
- Catatan: Anomali Suhu Udara Rata-Rata adalah Selisih Suhu Udara Rata-Rata Bulan Oktober dengan Normal 1991-2020.
Analisis Laju Perubahan Suhu Udara (1981-2024)
- Secara umum, terjadi tren peningkatan nilai rata-rata harian untuk suhu udara maksimum dari tahun ke tahun di Provinsi Aceh, dengan rentang nilai 0.02℃ hingga 0.04℃ setiap tahunnya.
- Tren peningkatan sebesar 0.04℃ terjadi di Stamet Maiumun Saleh (Sabang) dan Stamet Cut Nyak Dhien (Nagan Raya).
- Stamet Sultan Iskandar Muda (Blang Bintang) dan Stamet Malikussaleh (Lhokseumawe) mengalami tren peningkatan sebesar 0.02℃.
Analisis Laju Perubahan Curah Hujan Maksimum 5 Hari (1981-2024)
- Sebagian besar Provinsi Aceh mengalami tren peningkatan curah hujan maksimum dalam periode 5 hari, sedangkan wilayah Sabang mengalami tren penurunan.
- Nilai tren peningkatan curah hujan maksimum dalam 5 hari:
- Stamet Sultan Iskandar Muda (Blang Bintang): 2.34 mm/tahun.
- Stamet Cut Nyak Dhien (Nagan Raya): 0.98 mm/tahun.
- Stamet Malikussaleh (Lhokseumawe): 1.59 mm/tahun.
- Penurunan tren curah hujan maksimum dalam 5 hari terjadi di Stamet Maiumun Saleh (Sabang) dengan nilai -1.05 mm/tahun.
Proyeksi Perubahan Suhu Udara (Skenario RCP8.5, 2020-2049 vs 1976-2005)
- Diprediksi terjadi kenaikan suhu rata-rata tahunan di wilayah Provinsi Aceh, terutama di bagian barat dan barat daya (seperti Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan sepanjang pesisir barat).
- Peningkatan ini berkisar antara 0.9℃ hingga 1.2℃.
- Kenaikan suhu udara rata-rata tahunan yang lebih hangat di masa depan ini dapat berdampak pada kenaikan permukaan air laut, ketersediaan air, dan risiko kekeringan.






